Imbas Munaslub Golkar, Rekomendasi B1-KWK di Daerah Bergejolak

Posted on 26 August 2024 21:14 | Oleh sapasultra | Viewer 389

KENDARI, SAPASULTRA.COM - Musyawarah Nasional Lluar Biasa (Munaslub) Partai Golkar baru-baru ini, memunculkan figur ketua umum baru di tingkat pengurus pusat, pengganti Airlangga Hartarto yang tiba-tiba mengundurkan diri. Akhirnya, pemegang tampuk pimpinan umum Partai Golkar jatuh ke tangan Bahlil Lahadalia.

Terpilihnya Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia  tersebut sontak memberikan gelombang  dinamisasi politik dengan isu pergeseran rekomendasi B1-KWK kepada calon kepala daerah yang sebelumnya sudah difixkan  oleh ketua umum lama.

Efek tersebut turut berimbas di Sulawesi Tenggara (Sultra), seperti Kota Kendari, dari sebelumnya rekomendasi dukungan B1-KWK diberikan ke pasangan calon Siska Karina Imran-Sudirman tiba-tiba bergeser ke Paslon Aksan Jaya Putra–Andi Sulolipu.

Pakar Politik Sulawesi Tenggara, Dr LM Bariun turut mencermati perkembangan Partai Golkar pasca mengalami peralihan pemimpin.  Menurutnya, Partai Golkar di era sebelumnya juga cukup dinamis, terjadi konstalasi politik namun sifatnya akomodati, aspirasi, dan  berwibawa. 

“Nah, kalau kita masuk di era sekarang, ya sesuai prediksi saya bahwa terjadi Munas  peralihan ketua umum, maka akan berubah juga kebijakan dan ternyata betul. Tentunya apa yang diturunkan B1-KWK  yang dilakukan oleh Airlangga selaku ketua umum , seharusnya kalau mau konsisten yah harus itu. Artinya kalau ada pergeseran rekomendasi berarti harus ada pembatalan dulu karena paling tidak ditingkat pemenangan pemilu, ketua pemenangan pemilu, dengan koordinator daerah wilayah Sulawesi,” katanya, Senin (26/8/2024).

Dinamisasi perubahan yang terjadi katanya berimbas ke pemberi rekomedasi.  dalam hal ini, mulai dari DPD 1 dan DPD 2 akan kena imbasnya. Seharunya ada konsistensi dengan apa yang telah direkomendasikan sebelumnya, soalnya ada pertanggung jawaban.  Jadi jangan ada mis komunikasi.

“Berbicara soal kader, kader parta golkar rata-rata berkualias dan kompetitif di pertarungan pilkada.  Aksan jaya Putra (AJP) misalnya. Cermatan saya dia punya kapabilitas dan pantas diusung. Apalgi sosialsiasinya sejak jauh-jauh hari bakal maju di Pilwali Kendari,” jelasnya.

“Tiga tahunan dia sudah buat brand sehingga meningkatkan juga suara Golkar. Dia pertahankan saja dirinya masih kepada periode berikutnya, luar biasa. apalagi dia ketua foraksi. Kok tidak ada nilai buat dia? kok partai tidak memberi nilai buat itu? Seharusnya direward yaitu diusung menjadi calon walikota. Kesannya justru Golkar kehilangan kader padahal banyak potensi disana,” tambahnya.

Selanjutnya diungkapkan LM Bariun, bila dalam pendaftaran ke KPU nanti tetap ada dua rekomendasi dukungan Golkar, berbarti KPU harus ke pusat untuk memastikan mana yang benar.

Tim Redaksi

Tags :
https://sapasultra.com.kendari-web.my.id/PROMOSI IKLAN